Memory Cardnya Tidak Membaca

by andi[thimbu] on August 15, 2011

Salah satu kesukaan saya terhadap android yakni bisa memindahkan aplikasi ke memory card. Dengan begitu maka memory internal di device android bisa menjadi lega. Dan beberapa kawan merekomendasikan kepada saya untuk menggunakan memeory card dengan class minimal 6 ataupun 10.

Kendala saya untuk mencari memory card class 6 atau 10 yakni tidak ada satupun toko komputer ataupun hape yang menjualnya di Pontianak. Bahkan beberapa toko yang saya sambangi, tidak mengetahui kalau memory card terbagi dalam class tertentu *tepok jidat*.

Akhirnya karena ingin mencoba hape android yang baru saya beli beberapa waktu lalu. Saya pun terpaksa membeli memory card merk V-Gen dengan kapasitas 16 gb yang class 4. Jenis memory card yang sangat tidak direkomendasikan untuk device android.

Untuk beberapa saat memang memory card yang saya beli bisa terbaca. Tapi saat ini, memory card itu tidak bisa terdeteksi baik di hape maupun laptop. Dan membuat aplikasi yang saya taruh di memory card tidak bisa saya jalankan. Salah satu solusi alternatif terbaik saat ini. Saya harus mempesiunkan dini memory card itu. Dan terpaksa mengganti dengan memory card bawaan dari hape.

Sepertinya ada baiknya saya harus membeli memory card dengan class 6 ataupun 10.

Test Posting From Android

by andi[thimbu] on July 29, 2011

Uhuy! Kira-kira itulah perasaanku saat ini. Karena ternyata posting blog melalui hape android lebih nyaman bila dibandingkan dengan blackberry. Walaupun tentu saja tidak senyaman posting blog melalui komputer ataupun notebook.

Dan inilah posting pertamaku melalui hape android Acer beTouch E 210 yang baru beberapa hariku beli. Tapi, sayangnya hape ini belum di-rooting samaku.

Provider Telko 47 Menit

by andi[thimbu] on July 20, 2011

Sebagai perantau, komunikasi via telpon dengan keluarga memang menjadi penting. Apalagi komunikasi dengan orang yang disayanginya.

Sebagai pelanggan selular yang iklannya kawin dengan monyet, akhir-akhir ini saya merasa kecewa. Karena tiap saya komunikasi dengan orang yang disayangi, pasti selalu putus sambungannya secara mendadak ketika memasuki menit ke 47.

Ibaratnya ketika komunikasi sudah memasuki klimaks, eh tiba-tiba menjadi anti klimaks secara mendadak. Dan hal ini tentu saja sungguh mengecewakan. Karena sudah sering terjadi. Maka baik saya maupun dia, hanya bisa berucap “biasa menit ke 47″ sambil ketawa ketika pembicaraan terputus ditengah jalan.

Dan untung saja, putusnya komunikasi via voice tidak berubah menjadi PHK (putus hubungan kasih) hehehehe. Dan kalau sampai terjadi, mungkin lebih baik saya menelpon monyet atau kuntilanak saja biar telponnya nyambung terus :D .


Sampai saat ini saya sendiri belum mengetahui secara pasti kenapa komunikasi suara dengan selular yang ikonnya monyet dan kuntilanak putus dimenit ke 47 sering terjadi. Toh, saya sendiri memang tidak ingin terlalu ambil pusing selama tidak merusak komunikasi saya dengan si dia.

Entahlah, kalau sampai putusnya pembicaraanku di ponsel di menit 47 berdampak pada “PHK”, mungkin saya akan ke meja hijau. Hehehehe

from Windows® phone

Petang Datang Secuil Kekusutan

by andi[thimbu] on June 30, 2011

Copy_of_simpang_uray_bawadi

Jarum jam baru menunjukkan pukul 3 lewat 5 menit. Namun suasana persimpangan jalan Uray Bawadi mulai terlihat ramai. Para pemakai jalan sepertinya berlomba-lomba kembali bertemu orang yang dikasihnya.

Rua yang kecil seperti ciri khas kota berkembang lainnya, sore itu seakan enggan menampung penggunanya. Ke tak sabaran dan tidak sadarnya pelintas perempatan menimbulkan tikas kesemrawutan. Ditambah lagi belum adanya traffic light di simpang jalan Pangeran Natakusumah membuat kesan kesemrawutan dijalan, lazimnya ruas praja di Indonesia.

Selang 15 menit, kusutnya simpang jalan Soewigyo terurai. Aku yang sedari tadi menatap jalan sambil menyeruput kopi pancong di kedai langganan yang menyatu jalan Ali Anyang mulai beringsut menuju kamar 3×3 meter yang kusewa selama setahun terakhir.

Ketak sabaran, kurang disiplin penggunanya serta minimnya infrastruktur jalan menyebabkan secuil kekusutan lalu lintas dikota khatulistiwa saat petang datang.

from Windows® phone

XL dan Telkomsel Sama Saja :)

by andi[thimbu] on June 3, 2011

Benar juga kata orang-orang, cuma di Indonesia saja layanan Blackberry Messenger (BBM) mengenal kata pending. Sebagai salah satu pemakai Blackberry di Pontianak , saya memang harus mempunyai kesabaran yang cukup ekstra. Karena layanan Blackberry dari dua operator yang pernah saya pakai di Pontianak, keduanya pasti bermasalah.

Kali pertama saya memakai Blackberry di pertengahan 2010 di Pontianak. Saya menggunakan operator XL, karena nomor itu sudah lama saya gunakan. Tapi ternyata layanan Blackberry XL sangat susah diajak kompromi. Karena layanan dari XL itu cuma lancar kalau sudah malam hari saja. Akhirnya setelah mendapatkan saran dari beberapa kawan di Pontianak, saya pun beralih ke layanan telkomsel. Tapi ternyata layanan Blackberry dari Telkomsel pun bermasalah di kantor saya. Jangankan layanan Blackberry, bahkan untuk menggunakan voice dari Telkomselpun, saya dan teman sekantor harus keluar kantor bila menerima telepon. Setelah beberapa bulan menggunakan Telkomsel, akhirnya Blackberry saya kembali memakai XL. Dan selama beberapa minggu menggunakannya XL jaringannya sih lancar jaya, terutama di kantor saya.

Dan biasanya kalau jaringan XL bermasalah, saya selalu mengontak teman saya untuk memberitahukannya. Dan selama ini sih, selalu direspon dengan baik. Bahkan pernah sekali, ketika saya sedang di kost saya pernah dikontak oleh orang XL buat menanyakan masalah yang saya alami. Kejadian itu terjadi ketika saya sedang bersiap tidur sore setelah pulang kantor. Orang XL dari nomor 08180200xx mengontak saya. Saya sendiri nggak tahu persis, apakah memang itu merupakan salah bentuk kepedulian XL terhadap komplain pelanggannya. Atau karena dia diberitahu teman saya hehehehehe.

Tapi ketika saya akan pulang ke Jakarta pada tanggal 1 Juni kemarin, jaringan XL ternyata bermasalah di bandara Supadio. Kejadian itu saya alami di ruangan tunggu sekitar jam 10 pagi. Saat itu tiba-tiba jaringan XL menghilang. Saya sudah mencoba mengakalinya dengan melakukan pancingan jaringan secara manual, tapi ternyata tidak bisa juga. Saya coba secara otomatis lalu melakukan restart device tapi ternyata jaringan XL tidak bisa didapat. Dan sialnya, ternyata jaringan yang bisa didapat dibandara Supadi salah satunya jaringan telkomsel yang dulu saya tinggali karena selalu lemot kalau di kantor saya :D .Akhirnya selama proses menunggu boarding, saya terpaksa cuma bengong saja seperti bengongnya Blackberry saya hehehehe.