Your Delay Partner

by andi[thimbu] on September 6, 2011

Sepertinya tingkat ketepatan waktu maskapai penerbangan di Indonesia perlu dipertanyakan. Karena berdasarkan pengalamanku, hampir semua maskapai penerbangan dari dan ke pontianak mengalami delay.

Kalau Batavia Air menurut pendapatku harus mengganti mottonya dari “Trust Us Fly” menjadi “Trust Us Delay”. Maka maskapai Sriwijaya Air perlu merubah mottonya dari “Your Flying Partner” menjadi “Your Delay Partner”. Karena kedua maskapai itu menurut pengalaman saya suka delay.

Dan kali ini, saya mengalami delay ketika akan balik ke Pontianak.

Dan jangan tanya kalau soal maskapai Lion Air, karena saya hanya sekali mencobanya ketika pertama kali ke Pontianak. Dan seterusnya saya tidak pernah mencobanya. Alasannya karena waktu itu saya naik Lion Air tidak mendapatkan air minum dan snack. Entahlah kalau sekarang? Apakah masih dengan kebijakan tanpa air minum dan snack atau sudah berubah?

Lalu bagaimana dengan Garuda? Berdasarkan pengalamanku, naik Garuda itu memuaskan. Karena tidak delay serta dapat makanan berat berupa nasi hehehe. Yak, sebanding sih antara harga dengan pelayanannya.

Tapi untungnya kali ini walaupun delay, pihak Sriwijaya Air memberikan kompensasi berupa air minum dan snack untuk keterlambatannya. Yak memang sudah seharusnya. Karena kompensasi keterlambatan buat penumpang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 25 tahun 2008 pada pasal 36.

Menurut peraturan diatas yang pernah saya baca. Keterlambatan 15 sd 30 menit, penumpang berhak atas kompensasi berupa air minum dan snack.

Tapi apa peraturan itu benar2 diterapkan. Atau hanya karena sekarang musim arus balik lebaran yang pengawasannya cukup ketat. Sehingga kompensasi itu diberikan kepada penumpang? Wallahu alam.

Namun bagaimanapun juga, yang namanya delay itu tidak enak apalagi saat ini sedang berlangsung pertandingan bola antara Indonesia melawan Bahrain.

Udah dulu deh, posting tentang delaynya maskapai. Mau naik pesawat dulu nih.

Memory Cardnya Tidak Membaca

by andi[thimbu] on August 15, 2011

Salah satu kesukaan saya terhadap android yakni bisa memindahkan aplikasi ke memory card. Dengan begitu maka memory internal di device android bisa menjadi lega. Dan beberapa kawan merekomendasikan kepada saya untuk menggunakan memeory card dengan class minimal 6 ataupun 10.

Kendala saya untuk mencari memory card class 6 atau 10 yakni tidak ada satupun toko komputer ataupun hape yang menjualnya di Pontianak. Bahkan beberapa toko yang saya sambangi, tidak mengetahui kalau memory card terbagi dalam class tertentu *tepok jidat*.

Akhirnya karena ingin mencoba hape android yang baru saya beli beberapa waktu lalu. Saya pun terpaksa membeli memory card merk V-Gen dengan kapasitas 16 gb yang class 4. Jenis memory card yang sangat tidak direkomendasikan untuk device android.

Untuk beberapa saat memang memory card yang saya beli bisa terbaca. Tapi saat ini, memory card itu tidak bisa terdeteksi baik di hape maupun laptop. Dan membuat aplikasi yang saya taruh di memory card tidak bisa saya jalankan. Salah satu solusi alternatif terbaik saat ini. Saya harus mempesiunkan dini memory card itu. Dan terpaksa mengganti dengan memory card bawaan dari hape.

Sepertinya ada baiknya saya harus membeli memory card dengan class 6 ataupun 10.

Test Posting From Android

by andi[thimbu] on July 29, 2011

Uhuy! Kira-kira itulah perasaanku saat ini. Karena ternyata posting blog melalui hape android lebih nyaman bila dibandingkan dengan blackberry. Walaupun tentu saja tidak senyaman posting blog melalui komputer ataupun notebook.

Dan inilah posting pertamaku melalui hape android Acer beTouch E 210 yang baru beberapa hariku beli. Tapi, sayangnya hape ini belum di-rooting samaku.

Provider Telko 47 Menit

by andi[thimbu] on July 20, 2011

Sebagai perantau, komunikasi via telpon dengan keluarga memang menjadi penting. Apalagi komunikasi dengan orang yang disayanginya.

Sebagai pelanggan selular yang iklannya kawin dengan monyet, akhir-akhir ini saya merasa kecewa. Karena tiap saya komunikasi dengan orang yang disayangi, pasti selalu putus sambungannya secara mendadak ketika memasuki menit ke 47.

Ibaratnya ketika komunikasi sudah memasuki klimaks, eh tiba-tiba menjadi anti klimaks secara mendadak. Dan hal ini tentu saja sungguh mengecewakan. Karena sudah sering terjadi. Maka baik saya maupun dia, hanya bisa berucap “biasa menit ke 47″ sambil ketawa ketika pembicaraan terputus ditengah jalan.

Dan untung saja, putusnya komunikasi via voice tidak berubah menjadi PHK (putus hubungan kasih) hehehehe. Dan kalau sampai terjadi, mungkin lebih baik saya menelpon monyet atau kuntilanak saja biar telponnya nyambung terus :D .


Sampai saat ini saya sendiri belum mengetahui secara pasti kenapa komunikasi suara dengan selular yang ikonnya monyet dan kuntilanak putus dimenit ke 47 sering terjadi. Toh, saya sendiri memang tidak ingin terlalu ambil pusing selama tidak merusak komunikasi saya dengan si dia.

Entahlah, kalau sampai putusnya pembicaraanku di ponsel di menit 47 berdampak pada “PHK”, mungkin saya akan ke meja hijau. Hehehehe

from Windows® phone

Petang Datang Secuil Kekusutan

by andi[thimbu] on June 30, 2011

Copy_of_simpang_uray_bawadi

Jarum jam baru menunjukkan pukul 3 lewat 5 menit. Namun suasana persimpangan jalan Uray Bawadi mulai terlihat ramai. Para pemakai jalan sepertinya berlomba-lomba kembali bertemu orang yang dikasihnya.

Rua yang kecil seperti ciri khas kota berkembang lainnya, sore itu seakan enggan menampung penggunanya. Ke tak sabaran dan tidak sadarnya pelintas perempatan menimbulkan tikas kesemrawutan. Ditambah lagi belum adanya traffic light di simpang jalan Pangeran Natakusumah membuat kesan kesemrawutan dijalan, lazimnya ruas praja di Indonesia.

Selang 15 menit, kusutnya simpang jalan Soewigyo terurai. Aku yang sedari tadi menatap jalan sambil menyeruput kopi pancong di kedai langganan yang menyatu jalan Ali Anyang mulai beringsut menuju kamar 3×3 meter yang kusewa selama setahun terakhir.

Ketak sabaran, kurang disiplin penggunanya serta minimnya infrastruktur jalan menyebabkan secuil kekusutan lalu lintas dikota khatulistiwa saat petang datang.

from Windows® phone