September Ceria

Bulan September sudah datang. Dan karena bulan ini terasa spesial bagiku, tidak ada salahnya bila aku mendendangkan lagu "September Ceria" dari mbak Vina Panduwinata :) . Dan semoga dibulan ini, aku menjadi ceria, seperti judul lagu ini :) .

 

di pucuk kemarau panjang
yang bersinar menyakitkan
kau datang menghantar
berjuta kesejukan

kasih ..
kau beri udara untuk nafasku
kau beri warna bagi kelabu jiwaku
tatkala butiran hujan
mengusik impian semu
kau hadir di sini
di batas kerinduanku

kasih ..
kau singkap tirai kabut di hatiku
kau isi harapan baru untuk menyongsong
harapan bersama


september ceria .. september ceria ..
september ceria .. september ceria ..
milik kita bersama

ketika rembulan bersinar
di hamparan citra biru
kutatap sebersit isyarat dimatamu

kasih ..
kau sibak sepi di sanubariku
kau bawa diriku berani dalam asmara
dan mendamba bahagia


september ceria .. september ceria ..
september ceria .. september ceria ..
milik kita bersama

 

nb : lirik lagu boleh copy paste dari google :p

Test Bandwidth

Karena selama ini saya selalu menggunakan fasilitas internet kantor yang lemot. Cuma membuat kesal doang :) .

Dan juga terkadang memanfaatkan akses wi-fi di warung kopi. Tapi aktifitas ini juga sudah jarang saya lakukan. Karena penyakit malas untuk pergi kemana-mana sedang kambuh, kecuali ke kantor.

Akhirnya saya coba fasilitas internet yang ditawarkan dari kartu 3 (tri), yang baru masuk ke Pontianak. Dan, ternyata walaupun cuma dapat jaringan EDGE, ternyata akses internetnya cukup cepat. Mungkin karena baru dan masih sedikit penggunanya :) .

Dan inilah penampakan kecepatannya :P

Ke Timbuktu, yuk ?!?

Duh, ingin rasanya pergi ke Timbuktu untuk menghilangkan pikiran-pikiran yang tak jelas dan mengganggu ini….

*kemas-kemas barang :p *

Membunuh

Kecantikan itu dapat membunuh siapapun (orang-orang bodoh) yang terlena olehnya.

Suara

dengarlah

suara laki tua itu

didalam surau tua

memanggil kita tuk merubah

mengubah halal

menjadi haram

membawa kita tuk merasakan

menjadi kaum tak makan

Pontianak, 23 Agustus 2010